Thursday, April 30, 2009

Maafkan aku...


Time : 2.51 ptg mlm

Tempat : Sultanah Zanariah Perpustakaan..

Assalammualaikum Warahmatullah Wabarakatuh….

Bismillahirrahmanirrahim…

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.. Yang mana dengan izinNya dapatlah aku mengecapi nikmat tarbiyah ini. Maha Suci Allah, Tuhan seluruh alam.. Yang mana dengan izinNya dapatlah aku merasai nikmat menuntut ilmu dimenara gading. Walaupun tidaklah seberjaya Madihah, dan tidaklah sepintar Adi Putra, dan tidaklah secun Saffiyah.. (ehh ape pulak ni) tetapi Allah masih lagi memandang aku yang banyak sangat kekurangan diri…

Daripada seorang penuntut Politeknik Johor Bahru. Ketika itu aku masih jahil mengenai Islam. Hanya faham Islam adalah hanya sekadar agama biasa. Jangan tidak ada agama, bisik hatiku. Hanya faham Islam hanya perlu solat dan tutup aurat (wpun aurat ku masa tu on off)…

Dengan berbekalkan pointer yg ntah apa2… Merasakan diri ini tidak layak menjejakkan kaki ke UTM. Alhamdulillah aku diterima masuk ke UTM. Selama disitulah aku kenal apa itu tarbiyah. Maha Suci Allah yg Maha Mengetahui kebaikan utk hamba2Nya.. Antara ramai2 manusia di bumi UTM, Allah telah memilih hati ini. (haha.. . sebaknya.. Jaga2 nnti org sblh kiri, sblh kanan, dpn, blkg nmpk ko menangis.. Dah la depan ko tu mat saleh woii… cis!!)…

Dan akhirnya tibalah jua detik2 yg ditunggu2… Aku mmg nk sangat grad… Tetapi mengapa ada sahaja halangan. Hanya tinggal 1 subjek saja (Projek Sarjana Muda).. Hati merasa penat, jiwa merasa lelah.. Tubuh badan jangan cakap lah.. Ingin saja aku pergi ke Bandar Cerap dan ku ingin sekali menjerit sekuat hati… Arghh!!! Penatnya aku!!!… Bila semua ini akan berakhir…!! Tp xboleh pulak… Suara perempuan itukan aurat.. cehhh… Utk pengetahuan Bandar Cerap adalah bandar yg terletak di dalam UTM. Ia sebenarnya adalah pusat utk melihat anak bulan kot2 esok nk raya atau lusa raya bolehlah tengok anak bulan disitu. Tapi xlah seglemer tmpt2 yg selalu disebutkan di TV tu.. Bandar Cerap adalah tmpt yg tertinggi di UTM.. Ia adalah sebuah bukit. Diatas bukit tu ade sebuah bangunan usang. Kalau kite naik bangunan tu, kita akan nmpk seluruh Skudai Johor.. Heh!...

Balik kepada cerita aku..

Harini sepatutnya aku akan viva PSM.. Aku msg penyelia aku katakan aku xsiap lagi dan ada mslh n aku nk jumpa dia.. Bukannya aku tidak usaha… Penatnya jiwa memikirkan mslhku ini.. “Xperlu jumpa”. Jawapnya.. Terkesima aku. Lemahnya lutut. Longlai segala urat2 sendi… Terbayang wajah ibuku, abah, famili, ‘lecturer’ku, akhwat yg kusayangi semua, penyeliaku.. Aku telah mengecewakan mereka…. Kemana ingin ku langkah kaki ini… Akhirnya diri ini ke Sultanah Zanariah Perpustakaan. Mencoretkan isi hatiku diatas sekeping kertas maya ini…meluahkan apa yg terbuku serta sesak lagi menyesakkan..

Maafkan aku wahai ibuku, maafkan aku wahai abahku, maafkan aku wahai penyeliaku, maafkan aku wahai ‘lecturer’ku, maafkan aku wahai akhwat2ku… Aku telah mengecewakan kalian… Hati ini sebak memikirkan harapan menggunung yg kalian berikan kpd diri ini.. Dan hati ini merasakan jatuh ke dalam gaung yg dalam jika harapan itu tidak aku sampaikan. Hiba dan sedih memikirkan amanah yg diberikan tidak dapat ku tunaikan… Aku adalah hamba yg lemah segala2nya.. Maafkan aku… Terima kasih dgn dorongan dan sokongan yg kalian berikan. Kalian adalah insan terbaik.. Dan aku mohon, Jangan jemu memberikan sokongan dan dorongan kpd diri ini. Waktu ini, diri ini merasakan tersangat lemah nk pengsan… heee…

p/s: Autostitch inilah psmku klu korang nk tahu…boleh klik kat sini, sini, dan sini .. nnti aku ceritakan detail mengenai psmku ini apabila aku dah berjaya kelak… insyaAllah.. doamu ku pohon.. Sape boleh tolong aku angkat tangan..??!!!


Sunday, April 19, 2009

Khas Buat aku Yang Dirindui.....



ukhti..dakwah adalah cinta..

biaskanlah rasa cinta dalam hatimu..cinta untuk dakwah..

cinta dalam berukhuwah..

sabarlah ukhti..

kerna sabar itu indah.. apatah lagi jika sabar itu kerana Allah!


-------------------------------------------------------------------------------------


Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.


Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.


Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.


Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.


Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.


Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.


Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.


Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.


Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.


Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.


Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi

kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..


Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “


Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…


“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.

Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.

Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.

Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.

Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”





(alm. Ust Rahmat Abdullah)


p/s : Kalau iman dan syetan terus bertempur. Pada akhirnya salah satunya harus mengalah. "Surat Layang Untuk Aku"


Wednesday, April 1, 2009

kita bukan penghukum !!


bismillahirrahmanirrahim..

buat ukhtifillah..


ada beberapa hal yang sering bermain di minda ini tatkala ana berada di sini..

perjalanan ini dah menemukan ana pada macam2 bentuk perilaku dan perkara2 yang berkait dengannya..

ana ingat lagi, ketika ana join mukhayyam di negeri beradat, pertama kali ana tersedar yang tarbiah ini bukan sekadar untuk menerima. masih terngiang2 lagi kata2 murobiah ana waktu tu,

"ukhti ana tak mampu pun untuk mendidik anti, apa yang ana harapkan ukhti dapat menjadi sahabat seperjuangan ana untuk kita bersama memikul amanah tarbiah ini."

actually waktu tu ana belum halaqah lagi.. hehe.

walau baru sekejap mengenali akhwat2, namun kebersamaan itu sepertinya sudah sebati dalam diri ini..

bila masuk je sem 2 after tu, bermulalah era pencerahan buat diri ana.. halaqah every week, daurah dan jaulah yang terlalu banyak memberikan view tarbiah ini.

ana teringat lagi pendekatan murobiah ana ketika tu,.. suka juga dia gunakan cara "claim" pada kami, agar kami lebih berubah baik dan mula proaktif bergerak.

contohnya "antunna dah dapat nikmat islam dan iman, tapi tak hargai lagi, if Allah nak tarik bile2 masa je.."

actually bila dengar je terasa kempis hati ni.. cam ana plak cepat sangat effect, selalu sesak dada tambahan bila dapat ayat2 quran yang berat2.. camne pun after tu dia cover balik, bagi taujih yang sangat memotivasikan kami. walaupun halaqah kami tawadhu je, tapi sangat menambahkan energi.

dan juga halaqah yang dirindui..

berbalik kepada apa yang ana nak bicarakan,

kadang2 ana melihat sikap2 kita yang suka sangat menuntut "claim" dari anak halaqah dan akhwat.


contohnya: 'antunna masih tak serius lagi dalam halaqah, ana bersungguh berkorban masa tapi ini ke yang antunna buat.'

ana melihat ada akhwat yang suka berleter pada anak halaqahnya. sedangkan dari segi kefahaman mereka untuk berkomitmen kurang.

suka meletakkan diri sebagai asbab kepada perubahan.

takkan sama antara leteran yg mengikut perasaan kita dengan pencerahan.

contohnya lain : 'ukhti ni ikhlas ke tak, kenapa cam tak bersungguh untuk bantu akhwat. kenapa tak care dengan akhwat. jangan tunggu ana ingatkan je'.

agak terkilan sebenarnya.. kadang2 kita tak mampu untuk mencapai segalanya., akhwat bukan orang yang takde sensitiviti.

apatah lagi untuk persoalkan keikhlasan orang lain.

untuk senang2 diclaim dengan tarbiah, dengan dakwah !!

memang adakalanya perlu, tapi satu masa hal ni buatkan orang akan rasa tertekan.

dakwah ini bagiku adalah motivasi. tanpa sesiapapun ia tetap kekuatan untuk hidup dan terus melangkah di sini.

ana katakan : komunikasi kita sangat mempengaruhi perkembangan mental


ketika nabi muhammad sedang berselimut selepas dilantik sebagai rasul, Allah menurunkan wahyu:

"bangunlah, lalu berilah peringatan" (74:2)

perintah agar baginda memulakan dakwah..

seterusnya Allah berfirman:

"dan kerana Tuhanmu, bersabarlah." (74:7)

lihat bagaimana Allah swt memotivasikan rasulullah dengan perkataan sabar.

banyak lagi ayat2 yang sedemikian..


communication is a way to transfer information. if we don't know how to use that, it's nothing !!

akhwatfillah, jagalah bicaramu, perhatikanlah bahasamu..

kerana itulah "akhlak"

tarbiahlah dengan memotivasi- alquran..

seorang yang mengaku daie tak sewajarnya

mendidik dengan berleter2 , menyindir, menegur dengan kasar, marah tak bertempat dan menyakitkan hati orang.

ada kecenderungan orang2 yang mengikut tarbiah untuk merasakan dirinya bersih.

dan melihat orang lain yang salah, yang tak betulnya.

fahamilah diri mad'u kita biarpun akhwat, yang mungkin ada keresahanyya tika dia bertindak sesuatu yang tidak kita senangi. jadilah orang yang bersedia menerima dan membantu sebolehnya.

akhwatfillah ana mengharapkan sama2 kita luruskan niat. moga kita lebih memperbaiki diri.. pertamanya adalah perbaikan diri..

pandanglah dirimu sentiasa dan jangan lupa memandang insan lain.


KH. Rahmat Abdullah berbicara dalam bukunya “Untukmu Kader Dakwah” :

"Dalam satu kesatuan amal jama’i ada orang yang mendapatkan nilai tinggi karena ia betul-betul sesuai dengan tuntutan dan adab amal jama’i. Kejujuran, kesuburan, kejernihan dan kehangatan ukhuwahnya betul-betul terasa. Keberadaannya menggairahkan dan menenteramkan. "

wallahua'lam

sumber : Di Sini Segalanya Bermula

Related Posts with Thumbnails